KUALATUNGKAL - Situasi darurat asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi dalam beberapa pekan ini hingga kemarin Kamis (19/9) di ibukota, Kabupaten Tanjungjabung Barat, Kualatungkal masih tampak dampaknya, dimana ruang udara di wilayah ini berselimutkan kabut asap yang pekat, hingga berbagai instansi terkait dilingkup Pemerintah Daerah Tanjungjabung Barat mengeluarkan himbauan kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas keluar rumah, demikian juga dengan warga yang berprofesi sebagai nelayan dihimbau untuk mengurangi aktivitas ke laut dan cuaca buruk saat ini.
Plt. Kepala Dinas Perikanan Tanjungjabung Barat Ir. H Erwin yang dikonfirmasi Halo Jambi melalui Kepala Seksi Kenelayanan Rahmatul Akbar didampingi Kepala Bidang Perikanan Tangkap Hafriansyah mengatakan bahwa pihaknya secara lisan telah menghimbau tokoh-tokoh masyarakat nelayan di Kualatungkal agar mewaspadai kondisi pluktuasi cuaca di laut yang cendrung buruk dalam beberapa waktu belakangan ini, “ Himbau secara lisan saja yang kami sampaikan kepada tokoh-tokoh masyarakat nelayan dan beberpa kelompok nelayan lainnya, disebabkan kendala yang dihadapi dalam musim ancaman gelombang pasang dan buruknya cuaca di laut, diingatkan nelayan berhati-hati,” ujar Rahmatul.
Menurut Rahmatul pihaknya tidak mengeluarkan larangan melaut terhadap nelayan, mengingat mayoritas nelayan menggantungkan nafkah hidup mereka dari hasil tangkapan ikan di laut sehingga jika mereka “libur” melaut tentu akan menambah permasalahan ekonomi mereka.”Kami tidak mengeluarkan larangan melaut bagi nelayan hanya diingatkan agar berhati-hati, namun bagi sebagian nelayan menggunakan kompas dan JPS diingatkan agar mengaktifkan alat tersebut jika melaut agar tidak salah arah, kebanyakan juga nelayan tradisional mengandalkan naluri mereka dalam memperkirakan arah angin, dengan ini mereka bisa mengantipasi kondisi yang bakal terjadi di tengah laut,” ungkapnya.
Menutup keterangannya Rahmatul mengatakan pihaknya juga sebelumnya pernah menyalurkan rompi berpelampung kepada para nelayan, sehingga dengan peralatan keselamatan tersebut nelayan dapat memanfaatkannya pada kondisi cuaca buruk di laut seperti saat ini.” Kita mengingatkan menggunakan jaket pelampung saat pergi ke laut,” sebutnya. (ifa)