Jambi - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi menunda pembangunan fly over di Simpang Mayang yang diajukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Hal tersebut, disampaikan langsung oleh Edi Purwanto selaku Ketua DPRD Provinsi Jambi didampingi Rocky Candra, wakil ketua DPRD Provinsi Jambi saat menggelar konferensi pers di ruang rapat pimpinan gedung DPRD Provinsi Jambi, Senin (11/11/2019).
Edi menyampaikan alasan penundaan pembangunan fly over tersebut disebabkan beberapa faktor seperti izin Amdal hingga pembebasan lahan yang belum terselesaikan.
"Hasil kajian dari Komisi 3 menganggap ini ditunda, terlebih dahulu bukan dibatalkan karena ada beberapa faktor yang mengakibatkan itu untuk ditunda. Salah satunya adalah kesiapan daripada itu (Dinas PUPR,red) sendiri menjelaskan kepada kami terkait izin AMDAL nya kemudian pembebasan lahannya, kemudian apakah itu sudah visibility," ujarnya.
Faktor lain yang menjadi pertimbangkan dewan bahwa saat ini Pemprov Jambi mengalami defisit anggaran mencapai Rp 200 miliar. Sebab, pengerjaan fly over dapat dilaksanakan dengan multiyears tidak harus mengejar anggaran satu tahun.
"Anggaran yang diajukan cukup besar 200 miliar lebih. Jika ditunda, dananya bisa dialihkan terhadap pembangunan jalan yang lebih membutuhkan. Karna jalan di Simpang Mayang masih bisa dengan cara lain tidak harus fly over," jelasnya.
Selanjutnya, mengenai informasi rencana fly over itu pula pada TA 2020 sudah disepakati antara DPRD dengan Pemerintah didalam KUA-PPAS, Edy menegaskan tidak ada.
"Nggak ada, tapi muncul di RKA, jadi KUA-PPAS yang ada didalam sana, hanya peningkatan jalan dengan jembatan, tidak ada fly over," ucap Edi.
Sementara itu, Rocky Candra menilai dalam pembahasan rencana fly over itu Dinas PUPR Provinsi Jambi belum siap untuk melaksanakan pembangunan secara teknis.
Menurutnya, fly over itu seharusnya di bangun di simpang empat. Jadi perlu ada kajian yang terdalam mengenai pembangunan fly over ini.
"kemacetan di simpang mayang masih bisa diurai dengan pelebaran jalan dan rekayasa lalu lintas. Ini belum terlalu urgent," ujarnya.
Rocky berharap dalam pembangunan fly over ini masuk ke dalam anggaran APBN. Terlebih lagi ada tiga putra daerah Jambi yang duduk di Komisi V DPR RI yaitu Hasan Basri Agus, H. Bakri dan Sofyan Ali.
"kita berharap ada program APBN untuk membangun fly over di Jambi," tutupnya. (uya)