Halojambinews : Wakil Bupati Kabupaten Batang Hari H. Bakhtiar, meninjau persiapan helat akbar Kenduri Swarnabhumi yang diadakan 24-30 Agustus 2022, Selasa (23/08/2022), di Kelurahan Pasar Muara Tembesi, Kecamatan Muara Tembesi.

Wabup yang didampingi oleh Lurah Pasar Muara Tembesi dan beberapa kepala skpd, serta perangkat Pemkab Batang Hari, meninjau kesiapan seperti pentas yang berada di pinggiran Sungai Batang Hari, stand lainnya, termasuk persiapan tenda untuk tamu-tamu vip.

" Alhamdulillah, persiapan sudah 80 persen. In Syaa Allah, akan selesai sampai esok pagi." kata Bakhtiar kepada Halojambinews.

Dalam helat Kenduri Swarnabhumi ini, lanjut Bakhtiar, akan dipaparkan tentang Sejarah Pasar Lamo Muara Tembesi serta Sungai Batang Hari. " Nanti ada beberapa stand yang akan menampilkan foto-foto sejarah Pasar Muara Tembesi tempo dulu yang merupakan salah satu bandar atau pelabuhan perdagangan yang cukup besar pada zaman kolonial Belanda, juga pemaparan tentang Sungai Batang Hari dulu yang berfungsi sebagai transportasi sungai. Termasuk tentang pedagang rempah asal Tionghoa yang sudah ada sebelum kolonial masuk" papar Bakhtiar.

Ditambahkannya, Kenduri Swarnabhumi yang digelar selama sepekan ini, juga akan menampilkan kegiatan yang bersifat edukatif dan hiburan. " Kenduri Swarnabhumi Sepekan Di Pasar Lamo Tembesi ini, juga akan menampilkan stand arkelologi, umkm, pentas seni budaya serta pasar rakyat. Rabu malam besok, akan ada pesta obor. Puncak giat ini adalah Kamis lusa. Akan hadir tamu-tamu dari pusat, Pemrov Jambi, Forkopimda dan tuamu undangan lainnya. Acara dibuka besok siang, oleh Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief " tandas Bakhtiar.

Kenduri Swarnabhumi sendiri adalah merupakan serangkaian kegiatan berbasis budaya yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek, bekerjasama dengan pemerintah daerah kabupaten dan kota Provinsi Jambi dengan Provinsi Sumatra Barat sebagai upaya merawat harmoni masyarakat dan peradaban sungai melalui pemajuan kebudayaan.

Kenduri Swarnabhumi jua menjadi momentum untuk menyegarkan kembali ingatan masyarakat akan jejak-jejak peradaban yang ada di sepanjang DAS Batanghari. (Fri)