Aliong : " Pasar Muara Tembesi Kampung Saya "
Halojambinews : Lampu hias lampion yang berasal dari daratan China, berjejer rapi di jalan-jalan seputar area perhelatan Kenduri Swarnabhumi Sepekan Di Pasar Lamo Muara Tembesi. Tidak juga itu, salah satu jalan masuk acara peringatan sejarah budaya aliran Sungai Batanghari tersebut, berdiri pintu gerbang dari kayu yang bertulisan aksara China, termasuk di pintu masuk beberapa rumah tua di pinggir muara pertemuan tiga sungai tersebut.
Warna merah lampion tersebut memberikan warna tersendiri bagi masyarakat ketika menyaksikan pentas seni daerah di waktu malam.
Dipasangnya lampu khas Tionghoa tersebut, sebagai simbol bahwasanya keberadaan peradaban China sudah lama menetap di Pasar Muara Tembesi. Konon, menurut sejarah, mereka sudah ada di sana sebagai pedagang rempah sebelum penjajah Belanda masuk. Intinya, mereka adalah sesepuh sekaligus bagian dari kehidupan di bandar dagang yang pernah terkenal tersebut.
Hal ini juga dikatakan oleh Lurah Pasar Muara Tembesi, Jumat (26/08/2022) kepada Halojambinews. " Masyarakat Tionghoa, adalah bagian penting bagi hidup dan kehidupan serta tak dapat dilupakan begitu saja. Di samping pada zaman dahulu mereka pedagang rempah, mereka juga adalah pendidik, dalam arti kata, mendidik bagaimana cara berdagang yang baik. Mereka adalah bagian dari kita" kata Lurah.
Kehidupan kental warga Tionghoa di sini, lanjut Zainal, masih dapat dilihat dari rumah-rumah tua serta bekas reruntuhan sekolah.
" Banjir besar pada 1955 nan silam meluluhlantakkan bangunan-bangunan rumah mereka serta ada yang terseret banjir hingga tenggelam ke dalam Sungai Batang Hari. Banyak yang hilang. Yang tersisa sekarang cuma ada beberapa buah rumah yang sudah tak dihuni oleh mereka. Pasca banjir, 1958, mereka membuka toko baru ke kawasan yang lebih tinggi, yakni Kampung Baru sekarang" ungkap Zainal lagi.
Dengan dipasangnya lampu-lampu lampion tersebut, sekaligus mengenang sejarah bahwasanya pedagang Tionghoa pernah jaya di Pasar Muara Tembesi.
" Lampion-lampion tersebut sebagai pengingat bagi kita semua, bahwa pedagang-pedagang China merupakan bagian dari sejarah jayanya Pasar Muara Tembesi zaman dulu" tandas Zainal Kabri.
Salah satu turunan beberapa generasi dari pedagang China Pasar Muara Tembesi, Aliong, mengatakan bahwa Kenduri Swarnabhumi adalah giat pengingat akan sejarah.
"Mantap. Saya adalah keturunan Tionghoa dari Pasar Lamo Muara Tembesi. Saya lahir di sana. Pasar Muara Tembesi adalah kampung saya" ujar Aliong sambil tersenyum. (Fri)