Halojambinews : Akhir-akhir ini, dunia youtube dihebohkan dengan hadirnya sebuah grub band yang bergenre pop alternatif. Grub tersebut, bernama D.O.D.
Siapa sangka, awal dari terbentuknya grup tersebut, dimulai dari balik jeruji penjara? Ya, karena personil D.O.D tersebut, adalah merupakan petugas Lapas Kelas II B Muara Bulian.
Lagu perdana merekapun, adalah lagu yang tercipta dari realita mereka merasakan kesedihan para warga binaan yang jauh dari keluarga, istri, anak maupun kedua orang tua. Di samping itu, beberapa lirik adalah ungkapan curhat dari mereka para napi.
Akhirnya, lahirlah sebuah singel pada 2021 yang berjudul, " Penjara Penantian'. D.O.D itu, adalah singkatan dari tiga personil, yang terdiri dari, Debi, Odi Iskandar, dan Dimas, seorang Konten Kreator Youtube.
Dari hasil wawancara dengan Odi Iskandar, sang vokalis D.O.D, putra kelahiran Pasar Muara Tembesi 39 tahun yang lalu ini, diungkapkan bahwasanya, sebelum bertemu dengan rekan-rekan tersebut, dirinya belum menemukan sosok yang seide dalam hal musik.
" Di lapas inilah, saya ketemu Debi, yang pintar main gitar. Setiap waktu istirahat, kebetulan rumah dinas di belakang lapas, kami selalu bersama. Saya nyanyi dan dia main gitar. " kata putra ketiga dari Anwar Somad dan Fatmawati (Alm) ini.
Pada suatu ketika, Odi yang bertugas sebagai patugas lapas bagian keamanan dan ketertiban ini pada 2020 lalu, mendapat tugas dari Kalapas Edi Susetio untuk membuat jingle tentang wilayah bebas korupsi.
' Saya nulis liriknya, dibantu musik oleh Debi. Akhirnya, lagu itu selesai. Kalapaspun gembira" ucapnya lagi.
Berangkat dari hal itulah, akhirnya Odi dan Debi sepakat, membuat sebuah grub band. Akhirnya, ditemukanlah Dimas, yang ahli dalam konten kreator.
" Kami akhirnya memberi nama grup, dari singkatan nama, yakni D.O.D. Youtubenya D.O.D Music" tambah
Odi. Pada 2021, mereka membuat lagu perdana dengan judul Penjara Penantian. Lagu ini terinspirasi dari kesedihan para napi. Kemudian lagu ini tampil di youtube dan mendapatkan viewer lebih dari 2 ribuan. Lagu ini bernuansakan musik slow rock. Singel kedua pada 2022, dalam genre pop alternatif, berjudul " Jangan Datang Lagi', dan singel ketiga 2023 " Tentang Kisah'.
Semuanya ciptaan dari Odi Iskandar. Dari ketiga singel yang sudah diluncurkan tersebut, ada satu nama yang tak bisa dipisahkan dalam grup mereka. Sosok itu bernama Yongke, seorang Arranger. " Yongkelah yang mearanger dari lagu-lagu kami. Yongke adalah sosok yang hebat" timpal vokalis handal ini. Dalam event penampilan live, Mereka dibantu oleh Fajri, yang juga petugas lapas memegang gitar bass. Sementara drummer, Ncik, seorang jurnalis.
" Kalau kami tampil live, dibantu Fajri dan Ncik. Termasuk menjadi band pembuka dalam Panggung Rakyat HUT Kabupaten Batang Hari Desember lalu, sebelum Aada Band. Kami membawakan dua lagu milik D.O.D" beber Dodi.
Di saat latihan, sebelumnya memakai ruangan di belakang lapas. Namun karena belum memakai dinding peredam, akhirnya latihan di sebuah tempat di BBC, Muara Bulian dan Studio Amupas. Di dalam berkarya, serta mendapat sokongan penuh dari kalapas, asalkan tidak mengganggu tanggungjawab pekerjaan, D.O.D Band terus mengasah diri, baik dalam bermusik maupun penampilan.
Setiap malam minggu, berkesempatan menghibur secara live di Cafe 47, dekat SMK 1 Jalan Sudirman, Muara Bulian. Mewakili grupnya, Odi mengatakan terus berusaha dan berkarya.
" Kami akan terus berkarya. Tergantung masyarakat suka ataupun tidak, bukanlah hal utama. Yang penting, kami berusaha berbuat untuk menghibur masyarakat." Papar Odi. D.O.D Band tidak lama lagi akan merilis semi album berisikan 6 buah lagu cantik. " Doakan ya ". pungkas Odi. (Fri)