Jambi - Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator yang digunakan untuk melihat perkembangan pembangunan dalam jangka panjang. Untuk melihat kemajuan pembangunan manusia, terdapat dua aspek yang perlu diperhatikan, yaitu kecepatan dan status pencapaian. 

Secara umum, pembangunan manusia Provinsi Jambi terus mengalami kemajuan selama periode 2010 hingga 2018. 

"IPM Provinsi Jambi meningkat dari 65,39 pada tahun 2010 menjadi 70,65 pada tahun 2018," ujar Dadang Hardiwan, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi saat rilis, (2/4/2019) kemarin. 

Selama periode tersebut, IPM Provinsi Jambi rata-rata tumbuh sebesar 0,97 persen per tahun. Pada periode 2017-2018, IPM Provinsi Jambi tumbuh 0,94 persen. Pertumbuhan pada periode tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan dengan kenaikan pada periode 2016-2017, yang tumbuh sebesar 0,53 persen. 

Disebutkan Dadang, Kurun waktu 2010 hingga 2018 IPM Provinsi Jambi menunjukkan kemajuan yang besar. Dan pada tahun 2018, IPM Provinsi Jambi tembus di atas 70 poin yang berarti meningkat dari level “sedang”menjadi “tinggi” dibandingkan tahun sebelumnya. 

"Hal ini menjadikan kebanggaan tersendiri dimana bisa dikatakan IPM Provinsi Jambi telah “naik kelas”," sampainya. 

Pada tahun 2018, pencapaian pembangunan manusia di tingkat kabupaten/kota cukup bervariasi. IPM pada level kabupaten/kota berkisar antara 63,32 (Tanjung Jabung Timur) hingga 77,41 (Kota Jambi). Pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, Umur Harapan Hidup saat lahir berkisar antara 65,86 tahun (Tanjung Jabung Timur) hingga 72,43 tahun (Kota Jambi). 

Sementara pada dimensi Pengetahuan, Harapan Lama Sekolah berkisar antara 11,85 tahun (Tanjung Jabung Timur) hingga 14,77 tahun (Kota Sungai Penuh); serta Rata-rata Lama Sekolah berkisar antara 6,34 tahun (Tanjung Jabung Timur) hingga 10,67 tahun (Kota Jambi). Sedangkan, pengeluaran per kapita disesuaikan di tingkat kabupaten/kota berkisar antara 8,46 juta rupiah per tahun (Muaro Jambi) hingga 11,91 juta rupiah per tahun (Kota Jambi). Kemajuan pembangunan manusia terlihat dari perubahan status pembangunan manusia di tingkat kabupaten/kota. 

Sejak tahun 2015 tidak ada lagi kabupaten/kota yang berstatus “rendah” di mana sebelumnya masih terdapat 1 (satu) kabupaten dengan status tersebut. Satu-satunya kabupaten yang sebelumnya berstatus “rendah” tersebut adalah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dan telah beralih menjadi status “sedang” bersama 8 kabupaten lainnya. 

Sementara pembangunan manusia dengan status “tinggi” telah dicapai oleh Kota Jambi dan Kota Sungai Penuh sejak tahun 2010. Pada tahun 2017 bertambah Kabupaten Kerinci yang mengalami perubahan status dari level “sedang” menjadi “tinggi”. 

Peningkatan IPM di tingkat provinsi juga tercermin pada level kabupaten/kota. Selama periode 2017 hingga 2018, seluruh kabupaten/kota mengalami peningkatan IPM.  

"Pada periode ini, tercatat tiga kabupaten dengan kemajuan pembangunan manusia paling cepat, yaitu Kabupaten Tanjung Jabung Barat (1,48 persen), Kota Sungai Penuh (1,25 persen) dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur (1,13 persen)," jelasnya. 

Sementara itu, kemajuan pembangunan manusia di Kabupaten Batang Hari (0,59 persen), Kabupaten Sarolangun (0,55 persen) dan Kabupaten Bungo (0,55 persen) tercatat paling lambat di Provinsi Jambi selama tahun 2017-2018.

Dalam hal ini, Dadang menyampaikan bayi yang lahir pada tahun 2018 memiliki peluang untuk hidup hingga 70,89 tahun, meningkat 0,13 tahun dibandingkan dengan mereka yang lahir tahun sebelumnya. Sedangkan, Anak-anak yang pada tahun 2018 berusia 7 tahun memiliki peluang untuk bersekolah selama 12,90 tahun (Diploma I), lebih lama 0,03 tahun dibandingkan dengan yang berumur sama pada tahun 2017.  

Penduduk usia 25 tahun ke atas secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 8,23 tahun (kelas IX), lebih lama 0,08 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.

"Mengenai pengeluaran per kapita disesuaikan (harga konstan 2012) masyarakat telah mencapai 10,36 juta rupiah pada tahun 2018, meningkat 477 ribu rupiah dibandingkan tahun sebelumnya," tandasnya. (uya)