Jambi - Musim kemarau panjang yang tak kunjung usai membuat Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi semakin meluas.
Komandan Satgas Karhutla, Kolonel Inf Arh Elphis Rudy mengatakan kondisi yang terjadi saat ini dan sulitnya sumber air menjadi penyebab salah satu kendala sulitnya api untuk dipadamkan kembali.
"Keadaan cuaca angin kencang dan terik panas membuat lahan yang sudah di dinginkan sebelumnya menjadi titik api lagi. Sebenarnya disekelilingnya sudah padam," ujarnya kepada Halo Jambi usai menghadiri acara pelantikan anggota DPRD Provinsi Jambi masa jabatan 2019-2024, Senin (9/9/2019).
Disampaikannya, dengan kondisi yang terjadi saat ini tidak cukup hanya mengandalkan water bombing saja. Untuk itu Satgas Karhutla membuat kanal-kanal di sekitaran lahan yang terbakar.
"Kita sedang berupaya membuat kanal di sekitar lahan yang terbakar, sehingga air bisa masuk dan disiram ke lokasi kebakaran," tuturnya.
Bukan hanya itu saja, pihaknya juga telah mengajukan permintaan hujan buatan untuk mengatasi karhutla di Provinsi Jambi.
"Bulan kemarin kita sudah berupaya minta hujan buatan dengan pemerintah pusat. Namun, karena ada beberapa waktu Jambi telah di guyur hujan jadi permintaan itu di batalkan oleh pemerintah pusat," jelasnya.
Ia menambahkan, saat ini Satgas Karhutla telah mendapatkan bantuan dua water bombing oleh Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) untuk mengatasi karhutla di Jambi.
"Dua dari heli water bombing dari BNPB pusat dan satu heli water bombing milik Sinarmas," sebutnya.
Mengenai luas lahan yang terbakar disebutkan Kolonel Inf Arh Elphis Rudy, bertambah sekitar 150 hektar lagi dengan total menjadi 700 hektar lebih sejak awal Januari 2019 lalu.
"Mohon doa dan dukungannya agar kita bisa bersinergi untuk memadamkan karhutla yang berada di Provinsi Jambi ini," tandasnya. (uya)