KUALATUNGKAL-Pemkab Tanjungjabung Barat memperlihatkan keseriusannya dalam membangun destinasi wisata di wilayahnya. Dengan besok lusa segera dicanangkannya areal hutan mangrove Pangkal Babu Desa Tungkal 1 Kecamatan Tungkal Ilir, Tanjungjabung Barat sebagai lokasi Ekowisata yang dibuka untuk umum.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga Tanjungjabung Barat Otto Riadi melalui Kepala Bidang Pariwisata Mardius ditemui pekan lalu mengatakan pengembangan kawasan areal hutan mangrove Pangkal Babu menjadi lokasi destinasi ekowisata akan segera dicanangkan oleh Bupati Tanjungjabung Barat Dr. H Safrial MS Selasa (31/12)." Setelah pencanangan lokasi ini menjadi destinasi ekowisata oleh Pak Bupati, kawasan ini akan dibuka untuk umum," ujarnya.
Untuk diketahui Kabupaten Tanjungjabung Barat memiliki luas wilayah daratan sekitar 5.503,5 kilometer, sebagian luasan tersebut adalah kawasan hutan dan terdapat diantaranya pula merupakan kawasan hutan mangrove seluas 200 hektar."Kawasan hutan mangrove ini berada di Pangkal Babu Desa Tungkal I, berjarak sekitar 30 kilometer dari Kota Kualatungkal, menjadi laboratorium alam untuk penelitian tumbuhan maupun satwa liar yang hidup dan berkembang dikawasan ini, hingga kawasan ini tetap terjaga kelestariannya beserta seluruh ekosistem alam di dalamnya," ungkap Mardius.
Pemkab Tanjungjabung Barat dikatakan Mardius dengan memanfaatkan anggaran bantuan pemerintah pusat DAK 2019 mengembangkan kawasan hutan mangrove Pangkal Babu tersebut menjadi destinasi wisata mangrove dengan membangun beberapa fasilitas serta sarana dan prasarana pendukung guna memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat untuk melakukan kunjungan wisata di tempat ini." Untuk tahun ini telah selesai dibangun jembatan badwood sepanjang 300 meter menjadi jalan penghubung memasuki hutan mangrove, selain jempatan terdapat pula musolla, lampu penerang yang menggunakan listrik tenaga surya serta dilengkapi menara pantau," sebut Mardius.
Menutup keterangannya Mardius menjelaskan bahwa tumbuhana "keluarga" mangrove yang terdapat di Pangkal Babu merupakan hutan bakau dengan berbagai jenis ragam dan ekositem alam yang terbentuk menjadi satu kesatuan lingkungan pesisir yang memiliki kekayaan hayati yang beraneka ragam baik satwa maupun fauna yang hidup dikawasan tersebut." Berbagai jenis mangrove tumbuh di sini diantaranya bakau ( rhizophora sp), pidada (sonneratia sp) rancang (blugulera sp) mentigi (ceriops sp) teruntuk (lumnitzera sp) buta- buta (excoecaria sp) perpat (scyphyphora sp) nipah (nypa sp) sehingga dengan dijadikannya kawasan hutan mangrove Pangkal Babu sebagai objek wisata alam diharapkan kelak masyarakat dapat memanfaatkan kawasan ini selain sebagai arena rekreasi dan wisata juga untuk edukasi dan penelitian keilmuan dan lain sebagainya," ucap Mardius.(ifa)